LKJIP 2016

 



Flowchart: Multidocument: KATA PENGANTAR

 

 

 

 

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas  limpahan rahmat dan karunia-Nya, Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Panjatan Tahun 2016 dapat diselesaikan dengan baik.

Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Penyusunan Laporan Kinerja Kecamatan Panjatan Tahun 2016 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan Instansi Pemerintah serta Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 8 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan LKjIP Kecamatan Panjatan Tahun 2016 dengan segenap tenaga dan pikiran. Semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ini dapat bermanfaat sebagai bahan perbaikan kinerja kami di tahun yang akan datang dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Panjatan

Panjatan,         Januari 2017

CAMAT,

 

 

 

SUDARMANTO, SIP, M.Si.

                                                                                                               Pembina Tk. I,  IV/b

NIP. 19730512 199803 1 008

 

 

 



Flowchart: Multidocument: RINGKASAN EKSEKUTIF

 

r

 

 

 

Description: C:\Users\ASUS\Downloads\6281578712342.jpg

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah berpedoman pada Peraturan Bupati Kulon Progo nomor 8 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan Kinerja ini  yang merupakan pertanggungjawaban kinerja Kecamatan Panjatan yang memuat informasi pencapaian tujuan dan sasaran, serta realisasi pencapaian indicator kinerja dalam rangka  mencapai visi Kecamatan.

 

                 Visi Kecamatan Panjatan  yang tertuang dalam Rencana Strategis Instansi Tahun 2011-2016 adalah " Terwujudnya    penyelenggaraan    pemerintahan   umum Kecamatan Panjatan      yang    profesional ,   akuntabel   dan   responsive  menuju   masyarakat   maju,  mandiri ,  sejahtera berdasarkan iman dan taqwa ". Untuk mewujudkan visi tersebut ditempuh melalui sebuah misi, yaitu " Mewujudkan peningkatan kualitas SDM dan tata laksana Kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan  kepada masyarakat ".

Dari analisis terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) yang juga merupakan  indikator kinerja sasaran yang dipilih sebagai tolak ukur,  dapat disimpulkan bahwa indikator sasaran  yang telah ditetapkan tercapai 100,23 % (dengan predikat sangat berhasil) dari target sebesar 88,31 % dan terealisasi 88,52 %. Keberhasilan yang dicapai adalah berkat kerja sama dan partisipasi semua pihak dan diharapkan dapat dipertahankan serta ditingkatkan.

 

Walaupun secara umum telah berhasil tetapi masih terdapat beberapa kendala, meliputi :

1.      Pendampingan dan pembinaan kepada Desa terkait pelaksanaan dan pengelolaan Administrasi Pemerintahan Desa

2.      Fasilitasi terhadap pengelolaan pelayanan khususnya PATEN masih terkendala Sarana dan Prasarana yang belum memadai dan juga tingkat kesadaran yang masih rendah dari masyarakat.

3.      Jumlah pegawai belum sesuai dengan analisis kebutuhan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, telah dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :

1.      Pendampingan dilaksanakan secara intensif kepada Desa

2.      Pengadaan Sarana dan Prasarana pendukung Pelayanan Umum.

3.      Sosialisasi terkait pentingnya pelayanan public

4.      Optimalisasi kinerja pegawai melalui kegiatan Peningkatan kemampuan pegawai (PKS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

               

1.1            Fungsi Kecamatan

             Kecamatan Panjatan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dengan fungsi pelaksanaan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan Pemerintah Daerah dan menyelenggarakan fungsi umum pemerintahan.

         Berdasarkan Perda tersebut, maka ditetapkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 63 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas pada Kecamatan. Adapun fungsi kecamatan adalah sebagai berikut: 

1.        Melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati

       untuk menangani sebagian urusan pemerintah Daerah.

2.        Melaksanakan koordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat.

3.        Melaksanakan koordinasi  penerapan dan penegakan peraturan perundang-

Undangan.

4.        Melaksanakan koordinasi pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan Umum.

5.        Melaksanakan koordinasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat Kecamatan.

6.        Melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahanDesa.

7.     Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dilaksanakan pemerintahan desa.

Disamping pelaksanaan fungsi diatas, dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 48 tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan  Pemerintahan  dari Bupati  kepada Camat dan Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2012 tentang uraian Tugas pada unsur Organisasi Terendah di Kecamatan telah semakin memperjelas kewenangan pemerintahan yang dimiliki kecamatan. Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 403 Tahun 2012 tentang Kecamatan sebagai Penyelenggaran Pelayanan Administrasi terpadu kecamatan (PATEN) telah menyerahkan 19 perijinan yang dilimpahkan ke kecamatan. Dari penjelasan tersebut fungsi kecamatan sebagai penyelenggara pelayanan masyarakat menjadi semakin meningkat.

 

1.2            Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo  nomor  6 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan yang selanjutnya dijelaskan dalam Peraturan Bupati Kabupaten Kulon Progo  nomor  63 tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pada Unsur Organisasi Terendah Kecamatan dijelaskan bahwa Tugas Pokok Camat adalah Memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan bermasyarakat serta pelayanan umum di kecamatan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut di atas Camat dibantu oleh aparat di tingkat kecamatan yang terdapat di dalam struktur organisasi Kecamatan Panjatan. Adapun Struktur Organisasi Kecamatan Panjatan yang berada di bawah camat adalah sebagai berikut :

a.         SEKRETARIAT KECAMATAN :

        -  Sub.Bagian Umum

        -  Sub.Bagian Keuangan

b.        SEKSI PEMERINTAHAN

c.         SEKSI PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN

d.        SEKSI KESEJATERAAN SOSIAL

e.         SEKSI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

f.         SEKSI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA

g.        JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

Struktur organisasi Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon  Progo berdasarkan Perda Kab. Kulon Progo Nomor 63 tahun 2012 terlampir.

 

1.3            Isu Strategis

Berdasarkan permasalahan, telaahan RPJMD Kabupaten Kulon Progo, telaahan RTRW dan kajian lingkungan hidup strategis, maka isu-isu strategis yang dihadapi oleh Kecamatan Panjatan adalah sebagai berikut :

 

 

1.      Tingkat Kesejahteraan masyarakat yang masih kurang.

2.      Rendahnya ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan kegiatan ekonomi.

3.      Kondisi lingkungan pada musim hujan yang belum terbebas dari genangan/banjir.

4.      Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang belum optimal.

5.      Dukungan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan.

Identifikasi isu strategis Kecamatan panjatan dapat dilihat pada table 1.1

 

Tabel 1.1

Identifikasi Isu-Isu Strategis

 

No

Isu strategis

Dinamika Internasional

Dinamika Nasional

Dinamika Regional/lokal

Lain-lain

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

 

1.

 

 

 

 

Peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur pemerintahan yang berorientasi pada prinsip-prinsip good and clean governance

Dengan  diberlakukannya Undang-Undang Desa akan membawa dampak sosial, pembangunan dan ekonomi bagi masyarakat desa

Pemberdayaan dan penyiapan pemerintah desa agar mampu mengelola dana bantuan dari pemerintah pusat

Peningkatan SDM Pemerintah Desa mutlak sangat diperlukan

 

2.

Dengan akan  dibangunnya bandara di Temon dan dibangunnya Pabrik Pengolahan Besi Baja di Karangwuni, akan membawa dampak sosial yang cukup besar.

Penyiapan lahan bagi investor yang akan menanamkan investasinya di Kabupaten Kulon Progo, maka Kecamatan Panjatan sebagai alternatif tedepan

Kecamatan Panjatan sebagai daerah penghubung dengan daerah-daerah lain diperlukan kesiapan sarana dan akses  jalan yang memadai

Perlu adanya penyiapan SDM agar dapat bersaing dan mampu meraih kesempatan karena adanya perubahan secara cepat.

 

 


 

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

 

A.    Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Program SKPD

                 Sesuai dengan Dokumen Rencana Strategis Kecamatan Panjatan 2011-2016 Visi Kecamatan Panjatan Tahun 2011-2016  yaitu :  " Terwujudnya    penyelenggaraan    pemerintahan   umum Kecamatan Panjatan      yang    profesional ,   akuntabel   dan   responsive  menuju   masyarakat   maju,  mandiri ,  sejahtera berdasarkan iman dan taqwa "

Berdasarkan visi Renstra Kecamatan Panjatan tahun 2011-2016 yang didukung dengan penerapan nilai-nilai kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai yang ada di Kecamatan Panjatan maka dirumuskan misi Kecamatan Panjatan adalah:  " Mewujudkan peningkatan kualitas SDM dan tata laksana Kecamatan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan  kepada masyarakat ".

                          Untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi Kecamatan Panjatan maka ditetapkan tujuan Kecamatan Panjatan adalah " Terwujudnya   fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan umum yang transparan, akuntabel dan partisipatif ".

Strategi dan kebijakan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dari visi dan misi yang diemban Kecamatan Panjatan tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1

Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

 

Tujuan

 

Sasaran

 

Strategi

 

Kebijakan

 

  • Terwujudnya fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan umum yang transparan, akuntabel dan partisipatif

 

  • Meningkatnya

fasilitasi

penyelenggaraan pemerintahan umum

 

 

  • Peningkatan kualitas SDM dengan melalui pendidikan dan latihan, serta bimbingan teknis Teknologi Informasi (TI) juga Komputer

 

 

  • Peningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan dan Diklat
  • Peningkatkan sarana dan prasarana penunjang kinerja

 

 

B. Dokumen Perencanaan dan Perjanjian Kinerja Tahun 2016

Dalam usaha untuk mencapai sasaran yang ditetapkan, Kecamatan Panjatan menetapkan indikator sasaran serta target capaian indikator sasaran yang ingin dicapai tiap tahun. Untuk tahun 2016 Kecamatan Panjatan merencanakan target kinerja yang telah sesuai dengan Renstra dan RKT. Adapun Perjanjian Kinerja Tahun 2016 seperti dijelaskan pada tabel  berikut:

         Tabel 2.2

Perjanjian Kinerja Tahun 2015

 

No

Sasaran

Indikator

Satuan

Target

 

1.

 

Meningkatnya  Fasilitasi Penyelenggaraan  Pemerintahan Umum

 

Capaian Peningkatan Pelayanan Kecamatan

 

%

 

88.31

 

Untuk mencapai target sasaran tersebut dilakukan melalui program dan kegiatan Tahun 2016 sebagai berikut :

Tabel 2.3

Program dan Kegiatan Kecamatan Panjatan Tahun 2016

Program

Kegiatan

Peningkatan Pelayanan Kecamatan

1. Penyusunan Data Base Kecamatan

2. Pembinaan Sosial dan kemasyarakatan

3. Pembinaan Dukungan Peningkatan Kualitas Pendidikan

4. Pembinaan ketentraman dan ketertiban lingkungan

5. Pembinaan Pelayanan Umum Kecamatan

6. Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

7. Pembinaan Budaya Daerah, Pemuda dan Olah Raga

8.Pembinaan Kesadaran Masyarakat Tentang Wawasan Kebangsaan

9.Pembinaan Lembaga Keuangan Mikro dan Ekonomi Produktif

10. Perencanaan, Pengendalian dan Pelaporan Pembangunan Daerah

     

 

Realisasi Program/ Kegiatan  Tahun 2016 :

NO

KODE REK.

PROGRAM/ KEGIATAN

PAGU ANGGARAN

SERAPAN

1.

1.20.1.20.10.01

Program Administrasi Perkantoran

69.233.000

69.146.000

2.

1.20.1.20.10.02

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran

211.411.650

205.416.061

3.

1.20.1.20.10.04

Program Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Kinerja

10.500.000

10.496.000

4.

1.20.1.20.10.06

Program peningkatan Pelayanan Kecamatan.

203.786.000

202.237.000

 

Jumlah

 Serapan :  98,46 %

494.930.650

487.295.061

Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2016  terlampir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

 

A.    Capaian Kinerja Tahun 2016

Kecamatan Panjatan  telah melaksanakan penilaian kinerja dengan mengacu pada Penetapan Kinerja Kecamatan Panjatan Tahun 2016 yang telah disepakati. Penilaian ini dilakukan untuk evaluasi dan pengukuran capaian kinerja dalam rangka pengumpulan data kinerja yang hasilnya memberikan gambaran keberhasilan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. Dari hasil pengumpulan data selanjutnya dilakukan kategorisasi kinerja (penentuan posisi) sesuai dengan tingkat capaian kinerja yaitu :

 

Skala Nilai Peringkat Kinerja :

No.

Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi Kinerja

 

Kode

1

91 ≤ 100

Sangat Tinggi

 

2

76 ≤ 90

Tinggi

 

3

66 ≤ 75

Sedang

 

4

51 ≤ 65

Rendah

 

5

≤ 50

Sangat rendah

 

 

Indikator kinerja sebagai tolok ukur keberhasilan dari tujuan dan sasaran strategis Kecamatan Panjatan beserta target dan capaian realisasinya dirinci seperti dijelaskan pada tabel berikut :

Tabel 3.1

Capaian Kinerja Tahun 2016

No

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Satuan

Target

Realisasi

Persentase

Kriteria

/Kode

1

Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan

Pemerintahan umum

Capaian Peningkatan Pelayanan Kecamatan

%

88,31

88,52

100,23

 

 

Formula penghitungan yang dipakai untuk mengukur capaian indikator kinerja adalah :

" (Jumlah Sebagian Urusan Bupati yang dapat dilaksanakan Kecamatan/Jumlah Sebagian Urusan yang dilimpahkan Bupati Kepada Camatx100%)+(Jumlah Fasilitasi kegiatan yang dilaksanakan /Jumlah fasilitasi kegiatan yang seharusnya dilaksanakan)x100%+((Jumlah dokumen yang disampaikan tepat waktu/jumlah dokumen (Monografi, Profil,Rencana Pembangunan Tahunan Kecamatan)x100)/3.

 

Dari Tabel 3.1 menunjukkan bahwa Capaian indikator kinerja sasaran strategis meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan umum sebesar 100,23 % memperoleh  klasifikasi sangat baik berdasarkan Permendagri No.54 tahun 2010. Pengumpulan Data Capaian Kinerja dilakukan secara berkala baik bulanan maupun triwulanan dengan menggunakan sistem e-Monev dan e-SAKIP.

Selain melakukan pengukuran atas kinerja pada Tahun 2016, kami juga mencoba melakukan perbandingan terhadap capaian kinerja pada tahun sebelumnya. Tujuan perbandingan ini adalah untuk melihat progress capaian per tahun dan juga untuk mengetahui capaian kinerja sampai saat ini terhadap target kinerja pada akhir Renstra seperti pada table berikut ini :

Tabel 3.2

Capaian Kinerja Tahun 2016 dengan Tahun sebelumnya

No

Indikator Kinerja

Formulasi Penghitungan

Satuan

Capaian Tahun

Capaian Tahun 2016

2014

2015

Target

Realisasi

%

1.

Capaian Peningkatan Pelayanan Kecamatan

((Jumlah sebagian urusan Bupati yang dapat dilaksanakan Kecamatan/Jumlah subagian urusan  yang dilimpahkan Bupati kepada Camatx100%) + (Jumlah fasilitasi kegiatan yang dilaksanakan/Jumlah fasilitasi kegiatan yang seharusnya dilaksanakanx100%) + (Jumlah dokumen yang disampaikan tepat waktu/Jumlah dokumen(Profil, RPTK)x100%)/3

%

87,55

87,55

88,31

88,52

100,23

 

Capaian indicator kinerja sasaran strategis meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan pemerintahan umum pada tahun 2016 sebesar 100,23% dengan klasifikasi sangat baik.

Untuk capaian indicator kinerja sampai tahun 2016 dengan RPJMD dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel 3.3

Capaian Kinerja Tahun 2016 dengan RPJMD

No

Indikator Kinerja

Formulasi Penghitungan

Satuan

Realisasi

Target akhir Renstra 2016

Capaian s/d 2016 terhadap 2016

2013

2014

2015

1.

Capaian Peningkatan Pelayanan Kecamatan

((Jumlah sebagian urusan Bupati yang dapat dilaksanakan Kecamatan/Jumlah subagian urusan  yang dilimpahkan Bupati kepada Camatx100%) + (Jumlah fasilitasi kegiatan yang dilaksanakan/Jumlah fasilitasi kegiatan yang seharusnya dilaksanakanx100%) + (Jumlah dokumen yang disampaikan tepat waktu/Jumlah dokumen(Profil, RPTK)x100%)/3

%

88,10

87,55

87,55

88,31

100,23

 

Hasil capaian kinerja Kecamatan Panjatan sejak RPJMD Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2016 menunjukkan perkembangan yang cukup dinamis. Perkembangan capaian tersebut bisa dilihat dalam grafik dibawah ini :

 

 

Capaian kinerja sampai dengan tahun 2016 berhasil dilaksanakan dengan angka 88,52 % melebihi target yang ditetapkan. Capaian tersebut sampai dengan realisasi capaian kinerja Tahun 2015 yang lalu sebesar 87,55%. Dengan capaian Tahun 2016 maka capaian secara keseluruhan terhadap target Kinerja Akhir Tahun Renstra Kecamatan Panjatan sebesar 100,23%.

               Prosentase realisasi pada Tahun 2016 meningkat dari Tahun 2015 disebabkan karena beberapa hal yang perlu untuk mendapatkan fasilitasi yang lebih fokus sehingga kami lebih memprioritaskan untuk memberikan beberapa fasilitasi dengan lebih intensif, dan mengurangi beberapa fasilitasi yang kami anggap kurang mendesak. Beberapa hal yang perlu mendapatkan pendampingan / fasilitasi lebih intensif tersebut adalah :

1.      Menghadapi model baru perencanaan dan pengelolaan administrasi Pemerintahan Desa sebagai tindak lanjut dari Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Kecamatan Panjatan berusaha untuk memfasilitasi desa agar siap dengan mekanisme baru.

2.      Karena Kecamatan Panjatan merupakan daerah rawan bencana alam berupa banjir dan pohon tumbang pada musim penghujan dan bencana kekeringan pada musim kemarau dan karena pada tahun 2016 kejadian bencana alam masih sering terjadi, maka kami banyak mengerahkan energi dan sumber daya yang kami miliki untuk mitigasi dan penanganan bencana

3.       Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan potensi yang dimiliki, Kecamatan Panjatan berusaha untuk bisa mendorong sektor pariwisata dan pertanian sebagai sektor unggulan dalam percepatan peningkatan pendapatan masyarakat. Beberapa fasilitasi dilaksanakan untuk mendorong masyarakat untuk dapat menampilkan kreasi seperti indistri kreasi pangan untuk mendukung destinasi wisata edukasi terpadu, mengembangkan, serta mempromosikan obyek-obyek tersebut.

 

Capaian indikator kinerja utama (IKU) Kecamatan Panjatan diukur dengan menggunakan berbagai sumber yang terdiri dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Penyelenggaraan urusan yang dilimpahkan ke Kecamatan, dan Pelaksanaan Fasilitasi kegiatan masyarakat serta Kepatuhan terhadap ketepatan penyampaian dokumen. Secara rinci capaian kinerja Kecamatan Panjatan sebagai berikut :

1.         Hasil Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2016 yang dilakukan oleh Tim yang dikoordinir Bagian Organisasi Setda. Kab. Kulon Progo, dapat disimpulkan bahwa secara umum pelayanan kepada masyarakat yang diberikan oleh instansi pemerintah telah  dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil survei IKM Tahun 2016 Kecamatan  Panjatan berpredikat SANGAT BAIK dengan nilai 86,25. Adapun Hasil Survei Per unsur pelayanan dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.4

Hasil Survey Per Unsur Pelayanan

 

No.

Unsur Pelayanan

Nilai Pelayanan

1.

Persyaratan Pelayanan

3.130

2.

Prosedur Pelayanan

3.200

3.

Ketepatan Waktu Pelayanan

3.100

4.

Kepastian Biaya Pelayanan

3.140

5.

Kesesuaian Pelayanan

3.190

6.

Maklumat Pelayanan

4.000

7.

Kejelasan Petugas Pelayanan

3.690

8.

Kemampuan Petugas Pelayanan

3.270

9.

Kesopanan dan Keramahan Petugas

3.310

10.

Kenyamanan Lingkungan

3.070

11.

Kepastian Jadwal Pelayanan

3.490

12.

Ketersediaan fasilitas/sarana penunjang layanan

4.000

13.

Ketersediaan Sarana Pengaduan

4.000

14.

Ketersediaan penunjuk arah/fasilitas

4.000

Sumber : Bagian Organisasi setda. Kab. Kulon Progo

         Berdasarkan Tabel 3.4 dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Kecamatan  Panjatan menunjukkan hasil yang  baik namun demikian terdapat unsur pelayanan yang masih harus ditingkatkan kualitasnya yaitu unsur kenyamanan lingkungan dengan nilai 3,070

         Keberhasilan capaian kinerja ini didukung dengan adanya struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas serta ketersediaan sumber daya manusia yang cukup memadai. Adapun kendala yang dihadapi pada umumnya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Untuk itu dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Kecamatan Panjatan terus berupaya mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada serta mengusulkan pengadaan untuk mengganti sarana dan prasana yang sudah tidak dapat dioptimalkan lagi.

2.         Penyelenggaraan Urusan yang dilimpahkan ke Kecamatan

Pada Tahun 2016 Kecamatan Panjatan telah dapat melaksanakan sebagian urusan yang dilimpahkan Bupati Kepada Camat. Sebagian urusan tersebut terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sejumlah 33 urusan atau sebesar 100% dari 33 urusan yang dilimpahkan kepada Kecamatan. Adapaun data capaian terlampir.

Keberhasilan capaian ini disebabkan oleh :

a)      Adanya struktur organisasi yang jelas

b)      Pembagian tugas yang jelas sesuai dengan uraian tugas masing-masing unit.

c)      SDM yang cukup dan kompeten.

 

3.         Fasilitasi Kegiatan Kemasyarakatan

Fasilitasi yang dapat dilaksanakan Kecamatan Panjatan mengacu pada Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 63 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Unsur Organisasi Terendah Pada Kecamatan. Dalam peraturan bupati tersebut, kegiatan fasilitasi masyarakat yang ada sejumlah 308 kegiatan. Pada Tahun 2016 telah dapat dilaksanakan sejumlah 202 fasilitasi. Capaian fasilitasi tersebut di laksanakan oleh lima seksi yang ada  di Kecamatan Panjatan , sesuai dengan terget kinerja tri wulanan yang telah disusun. Adapun capaian fasilitasi per triwulan dapat dilihat pada lampiran.

Capaian kegiatan fasilitasi Kecamatan Panjatan baru tercapai 202 (65,58%) dari 308 kegiatan yang ada ini disebabkan oleh :

a)      Tidak semua fasilitasi tersebut dapat dilaksanakan Kecamatan karena tidak adanya kediatan yang mendukung hal tersebut dilakukan.

b)      Tingkat kesadaran masyarakat akan kebutuhan dokumen formal pelayanan public khususnya pelayanan kependudukan masih kurang.

c)      Jumlah pegawai belum sesuai dengan analisis kebutuhan.

Disamping kendala tersebut, hal-hal yang mendukung capaian kinerja Kecamatan

a)      Adanya struktur organisasi yang jelas

b)      Pembagian tugas yang jelas sesuai dengan uraian tugas masing-masing unit.

c)      Kompetensi SDM memadai.

d)     Dukungan dari semua elemen masyarakat.

4.         Jumlah Dokumen yang disampaikan tepat waktu

Salah satu kewajiban Kecamatan adalah menyusun dokumen Profil Kecamatan dan Rencana Pembangunan Tahunan Kecamatan (RPTK) yang kesemuanya harus disampaikan paling lambat Triwulan I tahun berikutnya ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo.

Kinerja untuk jumlah dokumen yang disampaikan tepat waktu telah tercapai 100%, yaitu penyampaian profil Kecamatan pada bulan Februari dann RPTK pada bulan Maret.

 

Disamping ke-4 indikator diatas, pencapaian sasaran Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan  Tugas Umum pemerintahan telah memberikan dampak yang cukup signifikan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan seperti :

  • Bantuan Sosial :

          >  Lansia miskin, bansos

          >  cacat sedang, cacat berat,

          >  balita,

          >  Lanjut Usia 

 

  • Bantuan disabilitas
  • Raskin ( Beras untuk Keluarga Miskin
  • OPK-CBP ( Operasi Pasar Khusus - Cadangan Beras Pemerintah )
  • PKH ( Program Keluarga Harapan )
  • Beasiswa miskin
  • PSKS ( Program Simpanan Keluarga Sejahtera )
  • Bedah Rumah
  • KAKB ( Kelompok Asuh Keluarga Binangun )
  • Santunan Kemiskinan
  • Yapitu ( Yatim Piatu )
  • Bazis Kecamatan ( Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh ) Kecamatan

 

B.    Akuntabilitas Anggaran

Capaian kinerja Kecamatan Panjatan pada Tahun 2016 didukung dengan anggaran sebesar Rp. 2.152.797.471,- dengan belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.657.866.821,- dan belanja langsung  sebesar Rp. 494.930.650,-  yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan program/kegiatan. Penyerapan anggaran belanja secara total  pada tahun 2016 sebesar 96 % dari total anggaran yang dialokasikan. Realisasi anggaran belanja langsung untuk program/kegiatan utama sebesar 98,46 %. Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2016 disajikan pada tabel berikut:

 

Tabel 3.5

Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Kecamatan Panjatan

Tahun 2016

No

Sasaran

Anggaran (Rp.)

Realisasi (Rp.)

% Realisasi

1.

Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan  pemerintahan umum

494.930.650

487.295.061

98,46

 

Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2016 yang dialokasikan untuk membiayai program/kegiatan dalam pencapaian sasaran sebagai berikut :

 

Tabel 3.6

Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Sasaran

Tahun 2016

No

Sasaran

Anggaran (Rp.)

Realisasi (Rp.)

% Realisasi

1.

Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan  pemerintahan umum

203.786.000

202.237.000

99,24

 

Capaian kinerja jika dibandingkan dengan capaian keuangan Tahun 2016 pada Kecamatan Panjatan dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 3.7

Perbandingan Capaian Kinerja dan Keuangan Tahun 2016

Sasaran

Indikator

Satuan

Kinerja

Keuangan

Target

Realisasi

%

Program

Target

Realisasi

%

Meningkatnya fasilitasi penyelenggara-an pemerintahan umum

Capaian peningkatan pelayanan kecamatan

%

88,31

88,52

100,23

Peningkatan Pelayanan Kecamatan

203.786.000

202.237.000

99,24

 

Dari data perbandingan antara capaian kinerja dan keuangan diatas dapat diketahui bahwa dengan realisasi keuangan sebesar 99,24 % dapat mencapai kinerja sebesar 100,23 %. (terdapat penghematan anggaran sebesar 0,76 %)

Efisiensi penggunaan anggaran tersebut dilakukan dengan penggunaan anggaran sesuai harga riil yang ada. Hal ini disebabkan bahwa dalam perencanaan anggaran mengacu pada ketentuan Standarisasi Harga Barang dan Jasa yang ada. Namun demikian dalam ketentuan tersebut mencantumkan harga maksimal/tertinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kecamatan Panjatan disusun berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2016 serta Penetapan Kinerja Tahun 2016 sebagai pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi dan merupakan wujud pertanggungjawaban dalam pencapaian misi dan tujuan instansi serta dalam rangka perwujudan good an clean governance.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Tahun 2016 terhadap capaian Indikator Kinerja Utama telah berhasil melampaui target yang telah ditentukan, yaitu dari target 88,31 % dapat diraih pencapaian sebesar 88,52%. Keberhasilan yang dicapai adalah berkat kerja sama dan partisipasi semua pihak dan diharapkan dapat dipertahankan serta ditingkatkan.

Walaupun secara umum telah berhasil tetapi masih terdapat beberapa kendala, meliputi:

1.      Pendampingan dan pembinaan kepada Desa terkait pelaksanaan dan pengelolaan Administrasi Pemerintahan Desa..

2.      Fasilitasi terhadap pengelolaan pelayanan khususnya PATEN masih terkendala Sarana dan Prasarana yang belum memadai dan juga tingkat kesadaran yang masih rendah dari masyarakat..

3.      Jumlah pegawai belum sesuai dengan analisis kebutuhan.

      Untuk mengatasi kendala tersebut, telah dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :

1.      Pendampingan dilaksanakan secara intensif kepada Desa

2.      Pengadaan sarana dan prasarana pendukung PATEN.

3.      Sosialisasi terkait pentingnya pelayanan public

4.      Optimalisasi kinerja pegawai melalui kegiatan Peningkatan kemampuan pegawai (PKS)

Panjatan,       Januari 2017

Camat Panjatan,

 

 

SUDARMANTO, SIP, M.Si.

                                                                                                               Pembina Tk. I, IV/b

NIP. 19730512 199803 1 008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            LAMPIRAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Urusan yang dapat dilaksanakan oleh Kecamatan Panjatan pada Tahun 2016 adalah :

No.

Urusan Wajib

Keterangan

1.

bidang pendidikan

Seksi Dikbudpora

2.

bidang kesehatan

Seksi Kesos

3.

bidang lingkungan hidup

Seksi Ekobang

4.

bidang pekerjaan umum

Seksi Ekobang

5.

bidang penataan ruang

Seksi Ekobang

6.

bidang perencanaan pembangunan

Seksi Ekobang

7.

bidang perumahan

Seksi Ekobang

8.

bidang kepemudaan dan olahraga

Seksi Dikbudpora

9.

bidang koperasi dan usaha kecil menengah

Seksi Ekobang

10.

bidang kependudukan dan catatan sipil

Seksi Pemerintahan

11.

bidang ketenagakerjaan

Seksi Ekobang

12.

bidang ketahanan pangan

Seksi Ekobang

13.

bidang pemberdayaan perempuan dan

perlindungan anak

Seksi Kesos

14.

bidang keluarga berencana dan keluarga

sejahtera

Seksi Kesos

15.

bidang perhubungan

Seksi Ekobang

16.

bidang komunikasi dan informasi

Seksi Pemerintahan

17.

bidang pertanahan

Seksi Pemerintahan

18.

bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri

Seksi Trantibum

19.

bidang otonomi daerah, pemerintahan umum

administrasi keuangan daerah, perangkat

daerah, kepegawaian dan persandian

Seksi Pemerintahan

20.

bidang pemberdayaan masyarakat dan desa

Seksi Ekobang

21.

bidang sosial

Seksi Kesos

22.

bidang kebudayaan

Seksi Dikbudpora

23.

bidang statistik

Seksi Ekobang

24.

bidang kearsipan

Seksi Pemerintahan

25.

bidang perpustakaan

Seksi Pemerintahan

No.

Urusan Pilihan

 

1

bidang kelautan dan perikanan

Seksi Ekobang

2

bidang pertanian

Seksi Ekobang

3

bidang kehutanan

Seksi Ekobang

4

bidang energi dan sumber daya mineral

Seksi Ekobang

5

bidang pariwisata

Seksi Ekobang

6

bidang industri

Seksi Ekobang

7

bidang perdagangan

Seksi Ekobang

8

bidang ketransmigrasian

Seksi Ekobang