Koordinasi Pencegahan Konflik Sosial

Tim Pencegahan Konflik Sosial Kapanewon Panjatan melaksanakan koordinasi di Pendopo Kapanewon (6/4) yang dipimpin langsung oleh Panewu Panjatan Setiawan Tri Widada, S.Sos. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas se Panjatan ,  Jogoboyo, dan tim dari Kapanewon Panjatan.

Menurut Panewu, berkaitan dengan curah hujan tanggal 3-9 April yang cukup tinggi berdasarkan data BMKG DIY maka perlu adanya sosialisasi ke warga supaya memangkas pohon-pohon yang rentan tumbang. Hal tersebut bisa memicu konflik sosial apabila pohon yang tumbang mengenai rumah warga lainnya. Selain itu spanduk-spanduk yang berada di jalan , khususnya spanduk liar yang melintang diharapkan untuk dilepas, dikarenaka juga tidak berijin dan berisiko menimpa pengguna jalan.  Ditambahkan pula oleh Panewu berkaitan dengan vaksin pencegahan Covid-19 juga berisiko menjadi konflik. Pasalnya usia lansia yang di vaksin untuk Kabupaten Kulon Progo berkisar antara 60-64 tahun. Oleh sebab itu Lurah dan aparat yang berwenang bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat berkaitan dengan aturan tersebut.

Selain itu berkaitan dengan kegiatan Ramadhan Panewu menyampaikan “Berdasarkan surat dari Kemenag pusat maupun DIY bahwa kegiatan Ramadhan bisa dilaksanakan dengan kapasitas 50 % dan memenuhi prokes Covid-19 “terangnya. Senada dengan hal tersebut  Kepala Jawatan Keamanan Kirmadi, SIP menyampaikan bahwa PPKM berskala mikro masih diperpanjang, oleh sebab itu kegiatan Ramadhan juga bisa berdasarkan zona yang ditentukan. Untuk Zona kuning dan hijau diperkenankan di Masjid sedangkan zona orange dan merah diharapkan untuk di rumah.