PUASA 2 BULAN BERTURUT-TURUT Oleh Kirmadi,SIP

 

QS 4/92. Tidaklah bagi seorang beriman yang membunuh mukmin yang lain kecuali karena keliru (tidak sengaja). Siapa yang membunuh Mukmin karena keliru, hendaklah membebaskan "raqabah" Mukminat dan membayar diyat (denda), berbuat baik pada keluarganya (si terbunuh) kecuali mereka mensedekahkan. Jika si terbunuh dari kaum musuhmu dan dia Mukmin, hendaklah membebaskan raqabah Mukminat saja. Dan jika yang terbunuh itu dari kaum diantara kamu dan (kaum kafir) yang mereka ada perjanjian (damai), hendaklah membayar denda, bersikap baik kepada keluarganya dan membebaskan raqabah Mukminat. Maka siapa yang tidak mendapatkannya, haruslah berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebagai taubat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Bijaksana. (2/178, 2/183, 2/187, 5/45, 49/10)

QS 4/93 :  Dan siapa yang membunuh Mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam kekal di dalamnya, Allah memarahinya dan melaknatinya serta menyediakan baginya siksaan besar. (2/178, 5/32, 5/45, 6/151, 17/33, 25/68).

QS 5/32. Dari waktu itu Kami tetapkan atas Bani Israil, bahwa siapa yang membunuh suatu diri tanpa (Qisos) diri atau merusak di muka Bumi, maka seolah-olah dia membunuh manusia semuanya. Dan siapa yang menghidupkannya, maka seolah-olah dia menghidupkan manusia semuanya. Sungguh telah datang Rasul-Rasul Kami pada mereka dengan keterangan-keterangan, kemudian kebanyakan dari mereka sesudah itu melampaui batas di Bumi. (2/84, 4/93, 6/153, 17/33, 30/9, 40/83).

 

Barang siapa membunuh seseorang, berarti membunuh semua manusia, maksudnya bahwa membunuh adalah dosa besar, sekiranya orang itu tidak dibunuh maka dia akan bergenerasi menjadi jutaan bahkan milyaran dari keturunannya. Ingat bahwa generasi sekarang ini dulunya dari Adam dan isterinya. Maka siapa yang membunuh dengan sengaja akan dikutuk oleh Allah dalam api siksaan.

Adapun kejadian seorang yang beriman terbunuh tidak dengan sengaja, akibat kelalaian,  kecelakaan di jalan, kecelakaan kerja, kesalahan tindakan medis, maka berlaku sanksi hukum sesuai  QS 4/92. Hal ini mengandung pesan dari Allah agar setiap orang selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitas, harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Seorang sopir harus berhati-hati dalam mengemudi senantiasa menjaga sopan santun dalam berlalu lintas, seorang tenaga medis harus berhati-hati dalam melakukan tindakan pertolongan kepada pasien, seorang yang pegang senjata api harus senantiasa berhati-hati jangan sampai salah tembak mengakibatkan matinya orang beriman. Apabila terjadi pembunuhan tanpa disengaja, maka si pembunuh tanpa sengaja tersebut harus :

  1. Memerdekakan seorang bujang perempuan pembantu rumah tangga dengan cara mencarikan atau memberikan kebutuhan hidup secara wajar sebagai warga masyarakat. Apabila tidak mendapatkannya maka harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah.
  2. Jika si terbunuh beriman tadi hidup dalam lingkungan orang kafir yang telah mengadakan perjanjian damai dengan masyarakat islam, maka sanksi hukum bagi si pembunuh tidak sengaja itu ditambah dengan membayar diyat (denda) yang diminta oleh keluarga, kecuali keluarga mengiklaskannya. Tetapi pembebasan seorang raqabah mukminat  harus terlaksana. Apabila tidak dapat dilaksanakan maka wajib berpuasa selama dua bulan berturut – turut selaku tobat kepada Allah.

Inilah upaya dari Allah untuk melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah tidak rela orang beriman itu diusik, diganggu. Karena untuk menjadikan orang itu beriman tidaklah mudah. Dengan demikian kalau orang itu benar imannya maka dia tidak akan melakukan pembunuhan meski tidak disengaja, apalagi melakukan tindakan teror yang menyebabkab matinya orang beriman, maka balasannya adalah api jahanam. Al qur’an menuntun kepada ajaran kedamaian, keserasian, kenyamanan dan kelestarian lingkungan yang sering disebut sebagai rahmatan lil alamin.