Zero TB Yogyakarta Sasar 2 Pedukuhan Di Kalurahan Krembangan

Panjatan News - Zero Tuberkulosis (TB) Yogyakarta dari Pusat Kedokteran Tropis UGM melakukan  screening kepada warga Pedukuhan III dan XI Krembangan. Pelaksanaan screening TB dilaksanakan selama 4 hari dari Hari Senin-Rabu 13-15 Juni di Pedukuhan XI dan Kamis 16 Juni di Pedukuhan III Krembangan. Hal tersebut terindikasi dengan adanya warga yang TB Resiten Obat (RO). Dengan ditemukan adanya warga yang tidak teratur dalam mengkonsumsi obat TB tersebut.

Demikian disampaikan John S. Kaku yang merupakan Koordinator Wilayah Zero TB Yogyakarta dalam pelaksanaan screening zero TB di Pedukuhan III Kalurahan Krembangan, Kamis (16/6). Peserta screening diperuntukan untuk semua warga pedukuhan III dan XI dengan jumlah kuota perhari 120 orang.

Menurut ahli epidemiologi tersebut, dengan adanya penderita TB RO, warga diminta untuk mengikuti screening dari awal. Screening bermanfaat untuk mengetahui sejak dini bagi warga yang sehat ataupun bergejala TB.  Hasil dari screening bila warga terindikasi TB untuk segera berkoordinasi dengan layanan kesehatan seperti puskesmas.

Hasil dari screening yang dilakukan di dua pedukuhan berjumlah 216 partisipan dengan rincian 179 orang yang di rontgen dan 37 tidak dilakukan rontgen dikarenakan anak bawah usia 5 tahun. Dari 179 orang yang di rontgen 17 orang dinyatakan terindikasi bakteri TB dengan dilanjutkan cek dahak.

“Screening awal sangat diperlukan warga sekitar TB RO, hal itu menjadi langkah awal untuk mencegah penularan lebih luas. Bagi masyarakat yang terindikasi TB segera layanan kesehatan seperti halnya Puskesmas,” jelas John.

 Pada kesempatan tersebut Panewu Panjatan Jumarna SIP mendukung kegiatan screening  yang dilaksanakan oleh Zero TB Yogyakarta. Semoga kegiatan tersebut memberikan deteksi dini kepada warga Panjatan khususnya Krembangan, tutur Jumarna.

Jumarna menambahkan, ketika hasil dari screening terindikasi adanya bakteri TB warga akan dihubungi Puskesmas. Selanjutnya akan ditentukan langkah pengobatan TB dan akan selalu berkoordinasi dalam pengobatannya. “Bila ada masyarakat dengan hasil screening terindikasi TB akan ditindaklanjuti oleh puskesmas dalam proses pengobatannya,” pungkas Jumarna.