Panjatan News- Bulan April mendatang Kabupaten Kulon Progo akan menghadapi panen raya padi. Luas panen diproyeksikan mencapai 8.000 ha yang tersebar di wilayah Kapanewon Panjatan, Wates, Temon, Pengasih dan Sentolo.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Ir H Muh Aris Nugroho MMA dalam kegiatan Wiwitan Kelompok Tani (Klomtan) Ngudi Makmur Padukuhan Karang Tengah, Kalurahan Gotakan, Senin (20/2) dengan tema ‘Indonesia Bangkit, Covid 19 Sirna Ilang Kertaning Bumi, Warga Bisa Anggayuh Kabegjan Lan Kamulyan’.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) diwakili Kepala Seksi Pengembangan Seni Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Alexander Wardaya SH, Kepala UPT Penyuluhan Pertanian yang diwakili Penyuluh Madya Intar Isnani SP, Panewu Panjatan Jumarna SIP, jajaran Forkompimkap, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Panjatan Hary Subagiya SP, Lurah Gotakan Redy Hartanto BSc SE dan ratusan anggota klomtan setempat.
Dengan panen seluas itu, tambah Aris, bahan pangan di Kulon Progo akan aman. Karena, kata dia, tingkat produktivitas padi Kulon Progo cukup tinggi. Yakni 6,7 ton per ha Gabah Kering Giling (GKG), ujarnya.
Aris berharap, pada panen raya ini tingkat produktivitas akan mengalami peningkatan. Karena dibeberapa wilayah, petani telah melakukan intensifikasi antara lain dengan penanaman varietas baru dan penggunaan kombinasi pupuk kimia dan organik.
Lebih jauh, Aris mengatakan, petani perlu kembali ke alam dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk organik guna mengurangi kebutuhan pupuk kimia. Idealnya untuk mencukupi kebutuhan pupuk organik satu ha lahan, maka kebutuhan ternak adalah 10 ekor sapi. “Selain itu Gempar (gerakan menanam tanaman pangan di pekarangan) dan biosaka agar lebih dikenalkan dan dipraktekkan oleh masyarakat,” tukas Aris.
Menurut ketua Klomtan Randi Sutrisno, Wiwitan dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh petani. Menurut dia, hasil panen musim tanam ini cukup baik. Dari ubinan yang dilakukan untuk varietas nutrizinc produktivitasnya mencapai 7,86 ton/ha. Sedangkan untuk varietas Ciherang mencapai 9,51 ton/ha, jelasnya.
Ditambahkan Randi, dengan luas 46 ha lahan padi yang dikelola anggota kelompoknya musim ini mampu menghasilkan sekitar 388,24 ton. Menurut dia, selain menanam padi anggota kelompoknya juga menanam bawang merah di lahan nduwuran yang merupakan lahan surjan. Luas lahan nduwuran mencapai 10 ha, imbuh Randi. (Mu’tamiroh)